KONSEP WAHYU

BAB II

PEMBAHASAN
Konsep Wahyu
Pengertian Wahyu
Dikatakan wahaitu ilaihi atau auhaitu bila kita berbicara kepada seseorang agar tidak diketahui orang lain. Wahyu adl isyarat yg cepat. Itu terjadi melalui pembicaraan berupa rumus dan lambang dan terkadang melalui suara semata dan terkadang pula melalui isyarat dgn anggota badan.
Al-wahyu adl kata masdar/infinitif dan materi kata itu menunjukkan dua dasar yaitu tersembunyi dan cepat. Oleh sebab itu maka dikatakan bahwa wahyu adl pemberitahuan secara tersembunyi dan cepat yg khusus diberikan kepada orang yg diberitahu tanpa diketahui orang lain. Inilah pengertian masdarnya. Tetapi kadang-kadang juga bahwa yg dimaksudkan adl al-muha yaitu pengertian isim maf’ul yg diwahyukan.
Pengertian wahyu dalam arti bahasa meliputi Ilham sebagai bawaan dasar manusia seperti wahyu terhadap ibu Nabi Musa Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa ‘Susuilah dia ..’. .
Ilham berupa naluri pada binatang seperti wahyu kepada lebah Dan Tuhanmu telah mewahyukan kepada lebah ‘Buatlah sarang di bukit-bukit di pohon-pohon kayu dan di rumah-rumah yg didirikan manusia’. {An-Nahl 68}.
Isyarat yg cepat melalui rumus dan kode seperti isyarat Zakaria yg diceritakan Alquran Maka keluarlah dia dari mihrab lalu memberi isyarat kepada mereka ‘Hendaknya kamu bertasbih di waktu pagi dan petang’. {Maryam 11}.
Bisikan dan tipu daya setan utk menjadikan yg buruk kelihatan indah dalam diri manusia. Sesungguhnya setan-setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. . Dan demikianlah kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh yaitu setan-setan dari jenis manusia dan dari jenis jin sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yg lain perkataan-perkataan yg indah-indah utk menipu mereka.
.
Apa yg disampaikan Allah kepada para malaikatnya berupa suatu perintah utk dikerjakan. Ingatlah ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat ‘Sesungguhnya Aku bersama kamu maka teguhkanlah pendirian orang-orang yg beriman’. {Al-Anfal 12}.
Sedang wahyu Allah kepada para nabi-Nya secara syar’i mereka definisikan sebagai kalam Allah yg diturunkan kepada seorang nabi. Definisi ini menggunakan pengertian maf’ul yaitu almuha . Ustad Muhammad Abduh mendefinisikan wahyu di dalam Risalatut Tauhid adl pengetahuan yg didapat oleh seseorang dari dalam dirinya dgn disertai keyakinan bahwa pengetahuan itu datang dari Allah melalui perantara ataupun tidak. Yang pertama melalui suara yg menjelma dalam telinganya atau tanpa suara sama sekali. Beda antara wahyu dgn ilham adl bahwa ilham itu intuisi yg diyakini jiwa sehingga terdorong utk mengikuti apa yg diminta tanpa mengetahui dari mana datangnya. Hal seperti itu serupa dgn perasaan lapar haus sedih dan senang.
Tujuan Wahyu Diturunkan
Dari sejarah diturunkannya Al-Quran, dapat diambil kesimpulan bahwa wahyu mempunyai tiga tujuan pokok:
1.      Petunjuk akidah dan kepercayaan yang harus dianut oleh manusia yang tersimpul dalam keimanan akan keesaan Tuhan dan kepercayaan akan kepastian adanya hari pembalasan.
2.      Petunjuk mengenai akhlak yang murni dengan jalan menerangkan norma-norma keagamaan dan susila yang harus diikuti oleh manusia dalam kehidupannya secara individual atau kolektif.
3.       Petunjuk mengenal syariat dan hukum dengan jalan menerangkan dasar-dasar hukum yang harus diikuti oleh manusia dalam hubungannya dengan Tuhan dan sesamanya. Atau dengan kata lain yang lebih singkat, “Al-Quran adalah petunjuk bagi seluruh manusia ke   jalan yang harus ditempuh demi kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

Cara Penyampaian Wahyu
Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui perantaraan Malaikat Jibril selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Dalam proses pewahyuannya, terdapat beberapa cara untuk menyampaikan wahyu yang dibawa Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad, diantaranya:
§  Malaikat Jibril memasukkan wahyu ke dalam hati Nabi. Dalam hal ini, Nabi tidak melihat sesuatu apapun, hanya merasa bahwa wahyu itu sudah berada di dalam kalbunya. Mengenai hal ini, Nabi mengatakan: Ruhul Qudus mewahyukan ke dalam kalbuku,
§  Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi menjadi seorang lelaki yang mengucapkan kata-kata kepadanya sehingga Nabi mengetahui dan dapat menghafal kata-kata itu.
§  Wahyu datang kepada Nabi seperti gemerincingnya lonceng. Cara ini dirasakan paling berat bagi Nabi. Kadang pada keningnya berkeringat, meskipun turunnya wahyu di musim dingin. Kadang unta Baginda Nabi terpaksa berhenti dan duduk karena merasa berat bila wahyu turun ketika Nabi sedang mengendarai unta.
§  Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi, tidak berupa seorang laki-laki, tetapi benar-benar sebagaimana rupa aslinya
Kandungan Wahyu
1.      Tauhid – Keimanan terhadap Allah SWT
2.      Ibadah – Pengabdian terhadap Allah SWT
3.      Akhlak – Sikap & perilaku terhadap Allah SWT, sesama manusia dan makhluk lain
4.       Hukum – Mengatur manusia
5.      Hubungan Masyarakat – Mengatur tata cara kehidupan manusia
6.      Janji Dan Ancaman – Reward dan punishment bagi manusia
7.       Sejarah – Teledan dari kejadian di masa lampau

 

BAB III
PENUTUP
I.                   Simpulan
Jadi menurut kami definisikan sebagai kalam Allah yg diturunkan kepada seorang nabi. Tiga tujuan pokok 1. Sebagai Petunjuk akidah dan kepercayaan 2. Sebagai Petunjuk mengenai akhlak yang murni 3. Sebagai Petunjuk mengenal syariat dan hokum. Cara penyampaian wahyu 1. Malaikat Jibril memasukkan wahyu ke dalam hati Nabi 2. Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi menjadi seorang lelaki 3. Wahyu datang kepada Nabi seperti gemerincingnya lonceng. Kandungan Wahyu ialah Tauhid, Ibadah, Akhlak, Hukum, Hubungan Masyarakat, Janji Dan Ancaman
II.                Saran
Mungkin jika di teliti lebih dari sudut pandang yang berbeda akan muncul kesimpulan lain dan lebih baik. Namun untuk saat ini kami susdah merasa cukup. Dan apabila muncul pemikiran pemikiran yang lebih baik dalam pembahsan ini kami akan lakukan perubahan yang lebih baik pada pembahsan nanti.
DAFTAR PUSTAKA
www.google.com kata kunci “ pengertian wahyu” di unduh terahir tanggal 22 maret 2012
www.google.com kata kunci “ kandungan wahyu dalam al qura’an” di unduh terahir tanggal 22 maret 2012
www.google.com kata kunci “tujuan alqura’an diturunkan” di unduh terahir tanggal 22 maret 2012
www.google.com kata kunci “ cara penurunan wahyu” di unduh terahir tanggal 22 maret 2012
 STAI ATTANWIR
WWW.budifilo.wordpress.com
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s