tipologi edward spranger “psikologi perkembangan”

KATA PENGANTAR

Segala  puji  hanya  milik  Allah SWT.  Shalawat  dan  salam  selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW.  Berkat  limpahan  dan rahmat-Nya penyusun  mampu  menyelesaikan  tugas  makalah ini guna memenuhi tugas  mata kuliah .

Sebagai  ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku dan hakekat jiwa (kepribadian) manusia. Dalam makalah ini kami akan membahas tentang Tipe Tipe Kepribadian Menurut Eduard Spranger.

 

 Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada dosen pembimbing kita  ibu  Drs. Mustam yang telah membimbing kita dalam pembuatan tugas makalah ini hingga bisa tersusun dengan rapi dan sesuai standar  pembuatan makalah.
Harapan kami dengan tersusunya makalah ini akan semakin banyak pembaca yang menjadikan makalah ini sebagai salah satu refrensi untuk mempelajari dan memahani tentang psikologi perkembangan.
Tak ada  gading yang tak retak, Kita sadar sebagi mahasiswa baru tentunya kita masih banyak kekurangan untuk menuntaskan masalah secra sendirian. Dan bila mana terdapat kesalahan kami mohon saran dari pembaca.
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Di dalam filsafat ilmu pengetahuan dikenal berbagai sistem penggolong-golongan atau klasifikasi ilmu pengetahuan. Salah satu di antara sistem-sistem tersebut yang langsung berhubungan dengan apa yang dibicarakan dalam bab ini ialah sistem penggolong-golongan ilmu pengetahuan menurut aliran Neo-Kantianisme mazhab Baden.
Wilhelm Windelband (1848-1915), salah seorang pelapor mazhab Baden itu, menggolong-golongkan ilmu-ilmu pengetahuan menjadi dua golongan, yaitu:
1.      lmu-ilmu pengetahuan alamiah, yang disifatkannya sebagai ilmu pengetahuan nomothetis,
2.      ilmu-ilmu pengetahuan kesejarahan, yang disifatkannya sebagai ilmu pengetahuan ideografis.
Sama dengan pendapat Heinrich Rickert ( 1863 – 1936 ), adapun  pada pokoknya sebagai berikut  :
Dia membedakan alam semesta beserta isinya menjadi dua, yaitu :
1.      alam kodrati ( das reich der nature )
2.      alam kesejarahan ( das reich der geschichte )
Pendapat rickert itu didikuti antara lain oleh Willhelm Dilthey. Dengan cara pendekatan dan metode yang dua macam itu, maka dilthey mengklasifikasi ilmu-ilmu pengetahuan menjadi dua yaitu :
1.      Ilmu-ilmu pengetahuan alamiah (Naturwissenschaftern), metode pokoknya menerangkan (erklaren)
2.      Ilmu-ilmu pengetahuan kerohanian (Geisteswissen schaften), dengan metode pokoknya memahami (Verstehen)
Diantara ilmu penting dalam kedua golongan itu ialah psikologi atau lebih tepat dalam psikologi yang berdasar pada ilmu kerohanian. Tokoh utama aliran psikologi ini dan banyak ahli dianggap sebagai juru bicara aliran ini adalah Eduart Spranger.
I. Rumusan Masalah
a.       Siapakah Eduart Spranger?
b.      Apa pokok teori Spranger?
c.       Apa tipologi Eduart Spranger?
d.      Apa arti teori Spranger?
II. Tujuan
a.       Mengetahui biografi singkat Eduart Spranger
b.      Mengetahui pokok teori Spranger
c.       Dapat menyebutkan tipologi Eduart Spranger
d.      Mengetahui arti teori Spranger
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Biografi singkat Eduart Spranger
Edward Spranger adalah tokoh utama aliran psikologi dan oleh banyak ahli dianggap sebagai juru bicara aliran kerohanian. Edward Spranger adalah guru besar Ilmu filsafat dan ilmu pendidikan di universitas-universitas : Leipzig, Berlin, Tubingen. Spranger lahir di Berlin pada tanggal 27 Juni 1882 dan meninggal di Tubingen pada tanggal 17 September 1963. Beliau adalah seorang mahasiswa dari Wilhelm Dilthey dan juga seorang tokoh utama aliran psikologi yang berdasarkan pada ilmu pengetahuan kerohanian (Geisteswissenschaftliche Psychologie). Karya utamanya yang mempersoalkan kepribadianmanusia ini adalah : Lebensformen, Geistewissensehaftliehe Psychologic und Ethik der Pcrsonlichkeit.
B.     Pokok pokok teori Spranger
Pokok-pokok pikiran spranger mengenai kepribadian manusia adalah sebagai yang dikemukakan berikut ini:
1.   Dua Macam Roh (Gest)
Spinger membedakan adanya dua macam roh (Gaits) yaitu:
a.       Roh subjektif atau roh individual (subjektive geits, individualis gaits) yaitu roh yang  terdapat pada manusia masing-masing (individual). Roh ini merupakan struktur yang bertujuan.
§  Roh individual itu merupakan struktur, karena roh individual itu harus dapat dipahami kalau dapat ditinjau sebagai anggota dari pada struktur yang lebih tinggi, yaitu kebudayaan.
§  Roh individual itu bertujuan, yaitu mencapai atau menjelmakan nilai tertentu, dan karenaitu juga hanya dapat dipahami dengan jalan memahami sistem nilai-nilai tertentu.struktur nilai yang lebih tinggi adalah roh subjektif.
b.      Roh objektif atau roh supra-individual, atau kebudayaan (objective Geist, Ubar indivisdualle Geits, kultur) yaitu roh seluruh umat manusia, yang dalam concreto-nya merupakan kebudayaan yang telah terjelma dalam berkembang selama berabad-abad bersama-sama manusia-manusia individual.
2.      Hubungan antara Roh Subjektif dan Roh Objektif
Roh sebjektif dan roh objektif sangat berhubungan secara timbal balik. Roh subjektif atau roh individual, yang mengandung nilai-nilai yang terdapat pada masing-masing individu, dibentuk dan dipupuk dengan acuan roh objektif.  Individu tidak dapat mengelak atau melepaskan diri dari pengaruh roh objektif, dalam roh objektif juga tidak dapat dipisahkan dari roh subjektif atau roh individual. Sebab individu-individualah yang dari abab keabad menciptakan nilai budaya itu. Nilai-nilai budaya akan lenyap jika sekiranya manusia-manusia sebagai individu tidak mendukungnya serta menghayatinya,  karena itu bagaimanapun juga dalam saling hubungan antara roh subjektif dan roh objektif  tetap primer dan, dan roh objektif tetap sekunder. Manusia menerima kebudayaan yang telah ada dan mengembangkan kebudayaan itu dengan penciptaan-penciptaan baru. Jadi manusia sebagai pendukung roh subjektif dalam hubunganya dengan kebudayaan tempat dia ada.
3 .    Lapangan-lapangan Hidup
Kebudayaan (Kultur) oleh Spranger dipandang sebagai system nilai-nilai, karena kebudayaan itu tidak lain adalah kumpulan nilai-nilai kebudayaan yang tersusun atau diatur menurut struktur tertentu. Kebudayaan sebagai sistem atau struktur nilai-nilai ini oleh Spranger digolong-golongkan menjadi enam lapangan nilai (Wertegebieten). Keenam lapangan ini atau lapangan kehidupan itu masih dikelompok-kelompokkan lagi menjadi dua kelompok, yaitu :
a. Lapangan-lapangan nilai yang bersangkutan dengan manusia sebagai individu, yang meliputi empat lapangan nilai , yaitu :
1.      lapangan pengetahuan (ilmu, teori),
2.      lapangan ekonomi,
3.      Lapangan kesenian,
4.      Lapangan keagamaan
b.Nilai yang bersangkutan dengan manusia sebagai anggota masyarakat. Lapangan nilai ini mengangkut manusia dengan kekuatan cinta (macht der leabe) dan cinta akan kekuasaan (liabe zur macht). Kelompok ini mencakup dua nilai yaitu:
1.      Lapngan  kemasyarakatan
2.      Lapngan politik.
Jadi menurut Spranger dalam kebudayaan itu terdapat adanya enam macam lapangan nilai atau yang disebutbentuk kehidupan (Labensformen).
C. Tipologi Spranger
a.    Enam Tipe manusia
Roh subjektif pada masing masing individu terbentuk dan berkembang oleh pengaruh pengaruh dasar, pendidikan dan lingkungan dengan berpedoman pada roh objektif sebagai cita cita yang harus dicapai. Walaupun roh subjektif mengandung keenam nilai kebudayaan, tetapi sering kali hanya ada salah satu nilai saja yang dominan. Nilai yang dominan inilah yang akhirnya memberi corak pada kepribadiannya.
Spranger kemudian menggolongkan manusia menjadi enam golongan atau enam tipe. Tipe tipe manusia menurut Spranger itu secara singkat sebagai berikut :
No
Nilai kebudayaan yang dominan
Tipe
Tingkah laku dasar
1
Ilmu pengetahuan
Manusia Teori
Berpikir
2
Ekonomi
Manusia ekonomi
Bekerja
3
Kesenian
Manusia estetis
Menikmati keindahan
4
Keagamaan
Manusia Agama
Memuja/beribadah
5
Kemasyarakatan
Manusia Sosial
Berbakti/Berkorban
6
Politik/Kenegeraan
Manusia Kuasa
Ingin berkuasa memerintah
b. Pencandraan tipe-tipe
Setiap individu corak hidupnya ditentukan oleh nilai kebudayaan yang paling dominan, yaitu kebudayaan yang dipandang sebagai nilai tertinggi atau yang paling bernilai.
1)      Manusia teori
Tipe manusia ini merupakan intelektual sejati, manusia ilmu, dan tujuan perbuatannya ingin mencapai kebenaran dan hakekat dari benda-benda. Manusia tipe ini menempatkan peranan dominan dari kognisi/berpikir sebagai dasar dalam melakukan aktivitasnya. Manusia teori adalah manusia yang mendasarkan tindakannya atas dasar nilai–nilai teoritis atau ilmu pengetahuan. Banyak motif hanya semata–mata untuk ilmu pengetahuan tersebut tanpa mempersoalkan faedah atau hasilnya. Bagi orang – orang tipe teori berlaku semboyan : La science pour la science.
Tujuan yang dikejar hanya ilmu pengetahuan yang bersifat objektif, sedangkan segi lain seperti keindahan dan moral diabaikan. Contoh dalam kehidupan sehari – hari misalnya jika ada seorang ayah yang termasuk tipe manusia teori maka dia akan menganggap bercanda dengan anak – anaknya adalah suatu perbuatan yang membuang waktu dan menghambat studinya.
Beberapa ciri manusia berdasrkan tipe ini pendiriannya yang relative objektif terhadap segala sesuatu, gandrung mempelajari ilmu pengetahuan, logis, dan selalu mencari kebenaran, memiliki pengertian yang jelas, serta membenci sebagai bentuk kekaburan, kurang memperhatiakn segi estetik, kurang menghargai materi sebagai kenyataan. Perhatian terhadap kehidupan sosial tidak besar, kurang memiliki dorongan untk berkuasa. Orang dengan tipe ini tidak mudah memancing kecemburuan sosial karena tidak mementingkan materi dalam hidup. Apabila orang dengan tipe ini menjadi ahli dalam ilmu sosial, maka padangannya lebih objektif dan tidak memihak meskipun terhadap golongan sendiri.
2)      Manusia ekonomi
Manusia ekonomi adalah manusia yang aktifitasnya atas dasar nilai – nilai ekonomi, yaitu prinsip untung rugi. Mereka selalu kaya akan gagasan – gagasan yang praktis dan kurang memperhatikan bentuk tindakan yang dilakukannya karena perhatian utamanya tertuju pada hasil dari tindakan tersebut. Sikap jiwanya yang praktis itu memungkinkan dia dapat mencapai banyak hal dalam hidupnya.
Ciri – ciri manusia ekonomi :
1.    Melihat segala sesuatu dari manfaatnya
2.    Senang bekerja.
3.    Senang mengumpulkan harta.
4.    Agak kikir.
5.    Bangga dengan hartanya
6.    Bersikap egosentris, lebih mementingkan kepentingan diri sendiri
7.    Mengejar kekayaan untuk mencapai tujuannya
3)      Manusia estetik
Manusia tipe ini menghayati kehidupan seakan-akan tidak sebagai pemain tetapi sebagai penonton. Orang dengan tipe ini menghayati dengan dua cara yaitu impresiomatik yang pasif danekspresiomatik yang aktif mewarnai kesan yang diterima dengan subjek aktivitasnya.
Manusia tipe ini mempunyai kecenderungan indvidualisme. Manusia tipe ini kurang bisa menghadapi tuntutan praktis dalam kehidupannya dan lebih mementingkan keindahan.
4)      Manusia agama
Nilai yang paling tinggi pada manusia tipe ini adalah pencarian terhadap nilai tertinggi daripada kebendaan hidup didunia. Pandangan mereka bahwa dirinya hanyalah bagian kecil dari suatu totalitas yang lebih besar.
Pencarian keselarahan bagi kehidupan rohaniah antara pengalaman batin dengan arti hidup dan mencari kausa prima adalah dasar perilakunya.
5)      Manusia Sosial
Hal yang menonjol pada manusia tipe ini adalah besarnya kebutuhan akan resonansi dari sesama manusia untuk hidup bersama dengan orang lain dan mengabdikan diri untuk kepentingan bersama.
Cinta terhadap sesame baik secara individu maupun secara sosial, inilah nilai tertinggi yang mendasari pandangannya.
6)   Manusia Politik
Dorongan yang ada pada orang dalam tipe ini adalah mengejar kekuasaan dan berkuasa atas manusia lainnya. Orang lain bagi manusia tipe ini hanyalah sebagai objek kekuasaan.
Perwujudan dari sikap politik ini bisa berupa keinginan untuk lepas dari kekuasaan orang lain, bebas dari paksaan dan tuntutan otoritas. Seringkali bisa terjadi manipulasi keadaan demi suatu tujuan politik yang terselubung. Hal ini sering menyulitkan untuk membedakan suatu tingkah laku apakah didasari oleh nilai sosial atau nilai politik.
b.     Diferensiasi tipe – tipe
Keenam tipe diatas adakah tipe – tipe pokok (Grundtypen). Spranger tidak hanya berhenti dengan mengemukakan tipe – tipe pokok saja, tetapi dia masih mengemukakan diferensiasi tipe – tipe dan kombinasi tipe – tipe tersebut.
1.      Diferensiasi tipe – tipe
Pada setiap tipe masih dapat dikemukakan adanya variasi lain, yaitu berdasarkan komponen yang paling menentukan dalam tipe tersebut. Misalnya pada manusia teori masih dapat dibedakan menjadi tiga variasi, yaitu :
a.       Manusia teori empiris
b.      Manusia teori sebagai rasionalis
c.       Manusia teori sebagai kritisis
2.      Kombinasi tipe – tipe
Keenam tipe yang telah disebutkan di atas adanya hanya di dalam teori dan tidak akan kita  jumpai dalam kehidupan nyata. Karena dalam kehidupan nyata, yang biasa kita jumpai justru kombinasi dari tipe – tipe tersebut. Misalnya manusia yang memiliki kombinasi tipe teori dan tipe keagamaan atau manusia yang memiliki kombinasi tipe teori dan tipe ekonomi. Tetapi ada juga yang memiliki kombinasi lebih dari dua tipe.
D. Arti teori Spranger
1. Teori Spranger walaupun memiliki banyak kelemahan, tetapi pada kenyataannya  memiliki pengaruh yang besar. Banyak ahli yang mengambil konsep Spranger sebgai bahan penyusun konsepsinya. Pengaruh itu tidak hanya dalam lapangan psikologi kepribadian saja, tetapi juga meluas ke lapangan psikologi lain, spertu lapangan psikologi pendidikan dan lapangan psikologi pemuda.
2. Kelemahan – kelemahan dari teori Spranger
–          Tipologi Spranger disusun secara dedukatif. Hasil pemikiran dedukatif itu baik sekali, tetapi sebaiknya deduksi tersebut diverifikasi secara induktif dengan data empiris. Hal tersebut yang tidak dilakukan oleh Spranger.
–          Deduksi Spranger mengenai Lebensformed itu didasarkan pada kegiatan rohani (Geistakt), akan tetapi hasil konsepsinya Lebensformed ternyata bertinjauan statis. Dengan demikian Lebensformed itu sulit digunakan dalam kehidupan praktis, yang mempunyai dasar statis.
BAB III
PENUTUP
A.     Simpulan
Jadi spranger adalah guru besar Ilmu filsafat dan ilmu pendidikan di universitas-universitas : Leipzig, Berlin, Tubingen. Spranger lahir di Berlin pada tanggal 27 Juni 1882 dan meninggal di Tubingen pada tanggal 17 September 1963. Beliau adalah seorang mahasiswa dari Wilhelm Dilthey. Pokok teori Spranger adalah Roh subjektif dan Roh obyektif. Tipologi Eduart Spranger 1. Manusia teori 2. Manusia ekonomi 3. Manusia estetis 4. Manusia agama 5. Manusia sosial 6. Manusia politik. Tipologi Spranger memiliki kelemahan – kelemahan, diantaranya tipologi Spranger disusun secara dedukatif dan Lebensformen itu didasarkan pada kegiatan rohani. Akan tetapi walaupun memiliki kelemahan, banyak ahli yang kemudian memakai konsep Spranger untuk bahan konsepsinya.
B. Saran
Mungkin jika di teliti lebih dari sudut pandang yang berbeda akan muncul kesimpulan lain dan lebih baik. Namun untuk saat ini kami susdah merasa cukup. Dan apabila muncul pemikiran pemikiran yang lebih baik dalam pembahsan ini kami akan lakukan perubahan
DAFTAR PUSTAKA
Spranger. E. 1928. The Tipe on Man The Psychology and Etnich of Personality. Max Niemeyer Verlg, Hall (saale).
Allport. 1970. Manual Study of Values. Boston: Houghton Mifflin Ocmpany
Sarwono, S.W. 1999. Psikologi Sosial: Individu dan Teori-Teori Psikologi Sosial. Jakarta: Balai Pustaka
Suryabrata. 1983. Psikologi Kepribadian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

www.google.com keyword “tipologi spranger” terakhir di unduh pada tanggal 07 april 2012
http://www.ahamadbudi.2991.blogspot.com

http://www.budifilo.wordpress.com

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s